Berita

Gunaryo Dorong UIN Antasari Menjadi Universitas BLU (Badan Layanan Umum)

Jumat (2018/04/27)- Pascasarjana UIN Antasari Banjarmasin menyelenggarakan kuliah umum dengan menghadirkan narasumber Prof.Dr. Achmad Gunaryo, M. Soc., Sc., Kepala Biro Hukum dan Kerjasama Luar Negeri Kementerian Agama RI bertempat di Aula Pascasarjana. Kuliah yang dihadiri oleh dosen dan mahasiswa pascasarjana S3 ini membahas persoalan-persoalan yang terjadi di Indonesia terutama terkait dengan hukum.

Prof. Dr. H. Syaifuddin Sabda, selaku Direktur Pascasarjana, mengatakan bahwa kehadiran Achmad Gunaryo dapat memberikan wawasan terkini bagis UIN Antasari khususnya mahasiswa S3 yang mengambil program studi ilmu Syariah. “Tema yang diberikan sangat penting dan berkaitan dengan ilmu syariah, semoga kita dapat menimba ilmu dari beliau,” kata Syaifuddin ketika memberikan sambutannya.

Kuliah dibuka dengan pengantar dari Prof. Dr. Ahmadi Hasan, M. A., yang bertindak sebagai moderator. Hukum menjadi landasan bertindak di Indonesia dan telah memberikan legitimasi pada aspek kehidupan masyarakat. “Selama ini kita banyak melihat bahwa hukum terkesan dicukupkan pada undang-undang saja. Padahal tidak demikian, hukum itu luas dan tidak berhenti pada undang-undang saja,” tegas Gunaryo. Dirinya telah menyelesaikan banyak kasus yang diselesaikan menggunakan pendekatan berbeda dengan pendekatan yang selama ini dilakukan. “Saya sedang mengembangkan dan mendalami substantive justice, tidak lagi menggunakan distributive justice yang biasa dilakukan pengadilan. Menurut saya, keadilan itu letaknya di hati. Keadilan substantif memberikan penyelesaian berdasarkan need base,” jelasnya.

Lebih lanjut, Gunaryo melihat hukum juga dapat berdampak pada percepatan ekonomi suatu negara seperti yang terjadi di Arab Saudi yang dikatakannya mengalami shrinking state. “Arab Saudi sepenuhnya menyadari hal tersebut sehingga kita bisa lihat sekarang ini cara berpikirnya futuristik. Sebelumnya Arab Saudi hanya memperbolehkan laki-laki yang beraktivitas di luar rumah termasuk bekerja, namun sekarang hukum memberi kelonggaran pada wanita di sana. Hal tersebut dilakukan untuk membantu percepatan ekonomi Arab Saudi yang sebelumnya hanya mengandalkan minyak. Kita tahu bahwa dunia memgalami fluktuasi harga minyak sehingga saya kira ini strategi Arab Saudi untuk mendorong eknomi negaranya,” imbuhnya. Demikian pula fenomena shrinking state menurutnya juga mulai dirasakan oleh Indonesia. Khususnya untuk institusi pendidikan, Gunaryo menawarkan cara agar sebuah universitas tidak hanya mengadalkan satu sumber pemasukan saja, harus ada ide segar yang bisa dikelola. “Sudah menjadi UIN berarti harus ada arah ke BLU (Badan Layanan Umum), jangan hanya mengandalkan SPP mahasiswa saja. Dengan menjadi BLU, maka kampus dapat membuat kontrak-kontrak yang sekiranya akan mengembangkan lembaga. Selama ini saya mengamati bahwa apa yang menjadi ranah usaha yang sebenarnya bisa dikelola PTKIN ternyata justru dikelola oleh universitas umum, contohnya wisata halal dan kuliner halal. Padahal PTKIN mampu untuk mengelolanya. Bukalah prodi misalnya prodi tata busana muslimah. Hal ini menjadi kesempatan yang dapat dijalankan kalau sudah menjadi BLU,” pesan Guru Besar UIN Walisongo Semarang ini. (fdh/humas)